Follow Us @catanti

Sabtu, 20 Januari 2018

22 Tahun it's Okay

Januari 20, 2018 0 Comments
https://pixabay.com/

Ketika kau menuliskan kata" 22 Tahun yang harus dilakukan" di situs pencarian terbesar di dunia yaitu *GOOGLE, kurang lebih ada sekitar 579.000 kata yang dapat ditemukan dengan keyword seperti itu.

Banyak dari keyword itu menyebutkan bahwa umur 22 tahun merupakan awal bagi kesalahan, pembelajaran, kesuksesan, kekhawatiran dan kemandirian.

Di umur aku yang 22 tahun ini, kadang aku merasa bahwa masih seperti anak kecil dengan disisi lain aku merasa seperti orang dewasa. Entah ini sebuah transisi atau bagaimana, umur ini membuat diriku amat sangat khawatir, terlalu muda untuk membayangkan kehidupan sebenarnya, dan terlalu tua untuk lari dari kenyataan.

Disini pula aku ingin masih mengeksplore diriku, disisi lain aku juga ingin menggantungkan hidupku dengan orang lain. Rasa ambigu dan tidak percaya diri serta khawatir menyelimuti ketika di umur ini. Anggapan orang umur ini sudah siap untuk sukses dengan karir, namun dalam kenyataan kita masih try and eror untuk melakukan sesuatu yang kita anggap benar.

Mencoba sebaik mungkin bukan perkara mudah, terkadang orang lain menganggap apa yang kita lakukan itu salah dan harus sesuai dengan jalanya, kalau menuruti segala omongan orang kapan pula kita berkembang?

Di umur 22 tahun ini, mungkin banyak dari temanku yang sudah berkeluarga bahkan ibuku dahulu menikah umur 21 tahun.
Omongan tentang pernikahan, jodoh selalu menyelimuti ketika sedang berada di dalam crowd orang terdekat, aku tau mereka peduli dan ingin yang terbaik bagiku atau bagi kita yang berumur 22 tahun, tak jarang hal itu membuat ku berfikir dua kali. What should i do?
jika jodoh saja belum ada apa harus memaksakan?

Banyak pula yang membandingkan, mungkin aku masih bersyukur dengan ketidak ada omongan yang terlalu menyakitiku dengan lingkungan yang lumayan tidak peduli. Aku menghargai lingkunganku, karena banyak teman yang seumuran denganku merasakan tekanan teramat ketika menjadi bahan perbincangan kalayak ramai di usia seperti ini.

ekspektasi orang lain:
22 tahun, bagi orang cukup untuk membangun sebuah rumah tangga.
22 tahun, cukup pula mendapatkan karir dan income yang lumayan.
22 tahun, sudah saatnya untuk berfikir dewasa.
22 tahun, waktu untuk menjadi orang lain yang sesuai dengan aturan masyarakat.

kenyataan diri sendiri :
22 tahun, bagiku merupakan awal untuk mengerti dunia. Setelah lulus dari sebuah instansi pendidikan
22 tahun, waktunya untuk try and eror
22 tahun, waktu untuk membuat kesalahan dan menemukan kebenaran
22 tahun, be my self confidence
22 tahun, Explore seluruh sumber daya yang ku punya.
22 tahun, masih butuh pemikiran seperti anak kecil
22 tahun, menemukan seseorang yang memang pantas. jika jodoh sudah datang bukan mustahil, jika belum tenang dunia tidak berakhir! 22 tahun menjadi titik awal perubahanmu.

Terdapat perbedaan dan kesenjangan antara harapan orang lain dengan kenyataan begitu curam, namun ingat paling penting adalah menjadi diri sendiri. Mungkin kamu akan dibawa ke sebuah tekanan dari lingkungan sekitar, namun ingat bahwa hidup adalah kamu dan yang menjalani dirimu. Jika tidak cocok dengan perkataan orang, diam dan abaikan.
mereka berhak berbicara, namun kamu juga berhak tidak mendengarkan.

22 tahun merupakan umur yang tanggung, menjadi dewasa belum cukup dan menjadi remaja bukan lagi.

Yang bisa kita lakukan hanya berusaha sebaik mungkin, tidak ada yang mendukung dan menolong pun tak masalah, karena kamu sudah 22 tahun.
Menjadi pribadi yang lebih mandiri lagi dan tidak terlalu memasukan ke hati serta berharap tinggi akan hasil akhir.

Jalani saja, hidup ini berjalan... yang berlalu biarlah berlalu, jangan menyesali apa yang telah lalu. Hidup ini ada di zona sekarang.
hilangkan rasa khawatir berlebihan dan sambutlah hidupmu penuh dengan suka cita, Karena kamu 22 tahun !

Saatnya melakukan kesalahan dalam batas Wajar

belajar lebih banyak, dan kerahkan kekauatanmu melebihi ekspektasimu.








Jumat, 19 Januari 2018

7 Kuliner Wajib dicoba Saat di Kediri

Januari 19, 2018 0 Comments
  Jika pergi kesuatu daerah tidak lengkap rasanya untuk tidak mencicipi berbagai masakan dan kuliner kota setempat.Naaah !! jika kalian berada di kota Pare atau di Kediri tidak afdol jika belum mencicipi 7 kuliner khas Kediri ini. Mungkin masih banyak jenis kuliner lainya, namun hari ini aku sengaja memberikan referensi buat pembaca yaitu 7 kuliner khas dari kota Kediri

1.  Nasi Pecel pincuk / pecel tumpang Kediri
pecel pincuk

Nasi pecel sering kita jumpai di berbagai kota di Indonesia, sama halnya dengan nasi padang, nasi pecel sudah menjadi makanan yang umum di masyarakat Indonesia. Tetapi tahukah bahwa nasi pecel yang sering terdengar itu berasal dari daerah Kediri, blitar, madiun dan nganjuk?
Memang daerah Blitar, Kediri, Madiun,dan Nganjuk merupakan daerah yang berdekatan. Tetapi ada perbedaan yang mendasar antara nasi pecel Kediri dengan nasi pecel pada umumnya. Bila dirasakan memang tidak terlalu jauh perbedaanya, terdapat nasi, sayur mayor, lauk tempe tahu tau lauk lainya serta bumbu pecel dan tambahan peyek sebagai pelengkap yang di bungkus kertas minyak atau beralaskan piring kaca. Namun di Kediri akan berbeda, banyak di jumpai penjual nasi pecel yang beralaskan daun pisang yang di tekuk dan di beri penyangga lidi agar berbentuk melengkung , di Kediri wadah tersebut di namakan pincuk. Pincuk terbuat dari daun pohon pisang yang menjadi alas untuk nasi pecel.
Satu lagi yang tidak dapat dipisahkan dari nasi pecel pincuk Kediri adalah adanya sambel yang khas , orang sering menyebutnya sambel tumpang. Sambel tumpang sendiri adalah sambel yang di berikan di atas nasi pecel sebagai pelengkap nasi pecel pincuk. Sambel ini di buat dari tempe yang di busukan dan di buat sedemikian rupa sehingga di sebut sambel tumpang. Berwarna putih serta tekstur tempe yang masih kelihatan dan aroma yang khas menjadikan sambel tumpang banyak di cari wisatawan kuliner di Kediri. Sayangnya, saya sendiri tidak terlalu menyukai sambel ini dikarenakan baunya yang menurut saya tidak sedap. Namun, selera orang berbeda-beda dan banyak sekali wisatawan yang sangat menyukai nasi pecel tumpang ini.

2.  Sate bekicot (02)
sate bekicot

Salah satu kuliner yang khas terkenal di kabupaten Kediri adalah produk makanan dari bekicot. Bekicot adalah hewan melata yang biasanya hdup di sawah-sawah yang memiliki cangkang berbentuk seperti terompet kecil, hewan ini mungkin dianggap jijik bagi kebanyakan orang, namun di tangan warga Kediri khususnya warga daerah desa Plosoklaten hewan ini menjadi menu andalan rumah makan dan kios-kios disana. Kita akan banyak menemuinya di Desa Plosoklaten tepatnya 10 kilometer dari kawasan Monumen Simpang Lima Gumul, akan banyak di temui kios yang menawarkan produk olahan daei bekicot ini, mulai dari krengsengan bekicot, sate bekicot ataupun kripik bekicot. Sentra terbesar di plosokaten tepatnya adalah di Depot Mbak Sri yang terletak di depan kantor kecamatan Plosoklaten, di jala Raya Pare-Wates yang merupkan jaulur utama dari arah Surabaya menuju wisata Gunung Kelud, selain itu, banyak berjajar pula kios bekicot atau biasanya masyarakat Kediri menyebutnya sate 02 (nol dua).
Antusiasme warga Kediri dengan makanan ini menyebabkan banyak sekali permintaan di berbagai kecamatan di Kediri sehingga saat ini kita tidak perlu jauh-jauh ke daerah plosoklaten karena di berbagai daerah pun sudah ada yang menjual sate 02 ini. Di kecamatan Pare misalnya, makanan dari bekicot ini dapat kita temui di alun-alun atau taman kota Pare pada waktu sore hingga malam hari. Harganya cukup bervariasi, krengsengan bekict di hargai seharga Rp 5000 per bungkus mika kecil, sate 02 dengan harga Rp.6000/ 10 Tusuk sate kecil, dan kripik dihargai dengan harga Rp.3000/ bungkusnya. Bila disbandingkan dengan sate pada umumnya (sate ayam/ sate kambing) sate O2 ini di bilang cukup mahal karena kita hanya mendapatkan 10 tusuk dengan ukuran yang sangat minim, namun kelezatan sate 02 inilah yang di cari konsumen dan tidak membandingkanya dengan sate pada umumnya, mereka menganggap harga segitu adalah impas dengan rasa yang di dapatkanya.
  
3.  Sate  Emprit
sate emprit

Emprit adalah burung pipit yang biasanya mencuri padi di sawah, burung ini menjadi musuh para petani, bentuknya yang mungil dan kecil sering diabaikan oleh orang-orang. Namun, di tangan warga Kediri, burung emprit menjadi kuliner khask Kediri, menu ini merupkaan menu baru yang baru muncul sekitar tahun 2000an , burung emprit dimasak sebagai sate maupun krengsengan dengan paduan bumbu, garam, penyedap rasa dan bumbu kacang serta di tambah kacang membuat rasa burung emprit ini menjadi lebih gurih. Biasanya disantap dengan di tambah sambal yang pedas dan membuat orang ketagihan. Di Kediri sendiri, sangat jarang di jumpai makanan satu ini, bila hendak mencari makanan ini kita harus bertanya kepada orang-orang bahkan mencarinya di artikel internet. Saya pernah menjumpai makanan ini di jalan arah Pare-Kediri bertepatan di pinggir kiri jalan raya arah pare menuju Kediri,   warung yang kecil tersebut lumayan ramai, terbukti banyak sekali mobil yang parkir di kanan dan kiri warung sate emprit tersebut.

4.  Tahu takwa / tahu kuning
tahu kuning

Dikenal denga sebutan Kota Tahu memang sudah melekat di benak masyarakat Kediri, gerai-gerai tahu berjejeran di sekitar Jalan Yos Sudarso kota Kediri, memang daerah itu terkenal dengan sebutan daerah oleh-oleh kota Kediri, nah ! bila kita berbicara oleh-olehdari Kediri, pastilah banyak orang  akan menjawabnya dengan tahu kuning. Benar sekali, tahu kuning atau tahu takwa adalah oleh-oleh khas dari Kediri, tahu ini berwarna kuning, dengan tekstur tahu yang sangat padat, bila anda mencobanya saya akan menjamin puas sekali.
Tahu kuning ini biasanya proses pembuatanya masih dibilang sangat tradisional sehingga rasa tahunya pun lebih gurih dan tidak menambahkan bahan pengawet apapun sehingga teksturnya kenyal dan lembut. Satu besek tahu kuning dapat di bandrol dengan harga 35.000 /beseknya terdiri dari 8 tahu berbentuk persegi. Besek adalah anyaman berbahan bambu yang membentuk persegi. Tapi tahukah bahwa makanan ini dahulunya dibawa oleh perantau China, perintis perusahaan tahu di kota Kediri adalah imigran asal Tiongkok. Di negaranya tahu dikenal dengan nama “Dou Fu” atau kita sering menyebutnya “Tofu” merupakan bahasa China. “Dou” bererti kedelai dan “Fu” artinya diolah, jadi kurang lebih “Dou Fu” artinya adalah tahu yang diolah.  Pelopor pendirinya tahu di Kediri adalah imigran aal China yang bernama Lau Soe Hoek, Liem Go Moy dan Kaou Loung, dari merekalah tahu ini pertama kali menjadi makanan khas Kediri dan saat ini sudah ada puluhan produsen yang masing-masing memiliki outlet dan merek mereka sendiri sebagai identias produknya.
Produksi tahu yang terkenal ada di jalan Trunojoyo , Kota Kediri yang dirintis oleh Lau Soe Hoek pada tahun 1912 yang dikenal oleh masyarakat sekita dengan sebutan Bah Kacung. Bah Kacung sendiri merupakan seorang yang terbuka kepada orang lain terbukti ia memberikan resepnya kepada orang lain sehingga mereka dengan mudah membuat tahu dengan jenis yang sama, karena banyaknya produsen tahu yang bermunculan dan menyebar di Kediri, kemungkinan hal itulah yang membuat Kediri terkenal menjadi kota Tahu.

5.  Tahu Pong Kediri
tahu pong

Lagi-lagi soal tahu, karena memang rasanya kalau membahas Kediri dan melupakan tahu seperti ada rasa yang tertinggal, bila di ibaratkan bagaikan sayur asem tanpa garam, hambar sekali !.
Untuk itu tahu yang kedua ini saya akan bercerita tentang tahu Pong Kediri, pasti masyarakat di luar Kediri sudah familiar sekali dengan tahu pong ini, tahu ini memiliki keistimewaan tersendiri karena bila di goreng, tahu ini dapat mengembang namun di bagian dalam tahu akan kosong kami sering menyebutnya tahu Pong karena dalamnya yang “Kopong” istilah untuk bagian dalam yang kosong. Tahu ini dapat di temui di jalan Yos Sudarso sama seperti tahu takwa, aka nada banyak gerai-serai toko yang menjual tahu Pong. Biasanya tahu ini cocok untuk camilan dengan di tambah sambel petis sebagai pelengkapnya. Hmmmm…. Nyammi bukan

6.  Kripik Tahu
kripik tahu

Tahu lagi :D, memang tidak ada habisnya jika bericara dengan produk olahan dari kedelai ini yang merupakan ikon utama kota Tahu atau kota Kediri. Bila tadi kita bercerita tentang tahu takwa dan tahu poo sekrang ada olahan baru dari tahu sering dinamakan stik tahu atau kripik tahu, saya disini tidak akan menyebutnya stik tahu karena ternyata tidak hanya olahan berbentuk stik saja yang dapat kita temui di toko oleh-oleh Kediri, banyak sekali bentuk dari tahu ini yang dibuat seperti kripik. Sama seperti bayangan kita, tahu mentah di iris tipis-tipis lalu di goreng dengan minyak panas sampai mongering, cukup simple memang namun saya sendiri pernah mencobanya untuk membuat di rumah dan hasilnya sangat berbeda dengan ketika saya membeli di toko.
Kripik tahu dapat di jumpai di berbagai toko di kabupaten Kediri cukup mudah untuk menemukan makanan ini, karena daya simpanya yang lebih lama sehingga mungkin produsen kripik tahu melakukan penetrasi pasar yang besar. Cukup murah dengan Rp. 10.000 kita sudah dapat mencicipi kripik tahu ini dengan porsi besar.

7.  Gethuk pisang
getuk pisang

Kita sering menjumpai makanan gethuk dari bahan makanan ketela, di Kediri , gethuk merupakan makanan oleh-oleh dari bahan pisang raja yang di haluskan dan di padatkan lalu di kukus dan di bungkus daun pisang. Tapi, harus menunggu beberapa hari terlebih dahulu untuk menyantapnya karena gethuk pisang ini bila didiamkan lebih lama rasanya akan semakin enak. 
Rasa manis dan asam berbaur menjadi satu, ditambah kelembutan teksturnya dan warnanya yang menggoda selera. Warna dari gethuk pisang ini berwarna merah keunguan dan bentuknya bulat lonjong seperti halnya sosis. Harga dari gethuk pisang ini cukup murah dengan uang Rp. 6000 saja kita dapat membawa pulang 1 gethuk pisang yang dapat di makan untuk 2 orang.

 DAFTAR PUSTAKA


Senin, 08 Januari 2018

Depressi dan Keresahan

Januari 08, 2018 2 Comments

http://foter.com/nature/


"Merasa kesunyian, kesepian, dan tidak ada satu pun orang yang mendukung diriku.
beberapa minggu yang lalu aku merasa depresi teramat sangat sekali."

Tidak pintar diriku untuk membangun sebuah relasi, juga bukan anak yang memiliki kejeniusan tingkat tinggi. Aku cenderung menyalahkan diriku atas apa yang kulakukan dan terjadi di hidup ini, terkadang selalu melihat kelebihan orang lain dan membandingkanya denganku lalu tanpa kusadari  rasa minder menghantui kehidupanku.

ingin berbuat sesuatu namun tidak tahu apa itu, rasanya seperti segala usaha yang kulakukan selama ini sia-sia. Memiliki prestasi akademik dan non akademik yang baik, tidak semerta-merta membuat hidup mu ini semudah yang kau pikirkan. Menjadi anak yang baik dan selalu mematuhi orang tua   juga bukan merupakan suatu kelebihan.

aku juga bukan orang yang menarik, yang dapat membuat orang lain selalu tunduk dengan keinginanku, dan juga bukan pula orang yang mudah bergaul dengan siapa saja.

Rasa depresiku semakin menjadi saat aku tak tahu lagi tujuan hidupku, tidak ada yang menyuruhku untuk melakukan sesuatu, tidak ada pula yang mendukung dan memberi semangat atas setiap usahaku. Ketika teman tak lagi seperti dulu, tak ada yang mau mendengar keluh kesahku. Aku bukan orang yang mudah untuk membagikan perasaanku pada orang lain, lebih cenderung memendam untuk diriku sendiri dan disinilah salahku, semakin kupendam rasa ini semakin menggrogoti diriku dan membuatku menjadi hilang rasa terhadap sesuatu, tak ada lagi hasrat untuk melakukan apapun, terkadang berfikir untuk tidur lama dan ketika bangun aku berada di zona yang ku inginkan. 

Tak ada yang mau mendengarkanku, bahkan orang paling dekat denganku perlahan menjauhiku. 

Aku tidak menyalahkan orang lain, aku menyalahkan diriku sendiri. Rasa menyesal teramat dalam ketika aku berfikir "seandainya"
seandainya aku dahulu seperti ini...
seandainya aku dahulu lebih begini....
seandainya...........

Aku sadar hal ini merenggut kehidupanku, aku menjadi orang yang takut disalahkan, anti sosial. tidak ingin bertemu banyak orang, tidak ingin membangun pertemanan dengan orang baru dan menghindari kontak. sempat aku mencari psikiater di sebuah sosial media untuk membantuku keluar dari zona ini namun tidak ada hasilnya, mereka tidak membaca curhatanku sama sekali dan tidak menemukan solusi untukku. Tidak ada yang ingin mendengar ceritaku, hingga akhirnya aku memutuskan untuk membuat blog ini sebagai diary.

jujur saja aku tidak pandai untuk membuat kata-kata, jika kalian membaca  diantara tulisan di blog ini yang sulit dicerna.  aku minta maaf sebesar-besarnya.
aku berusaha untuk membagi perasaanku, namun kesulitan dalam mengekspresikan baik dalam perkataan maupun tulisan. Blog ini menjadi sebuah terapi untuk menghilangkan kegelisahan dan depresiku.

semoga kedepanya aku dapat menjadi orang yang lebih baik lagi.


Jumat, 05 Januari 2018

Liburan Di Pantai Blitar yang RANDOM

Januari 05, 2018 0 Comments
*Kalau milih antara gunung atau pantai
kira-kira milih yang mana?*

kalau aku sih lebih suka dengan pantai, entah kenapa setiap lihat pantai bawaanya selalu adem gitu.
jadi teman-teman,

catanti.blogspot.com

Tanggal 19 Desember kemarin, aku sempat main ke pantai daerah Blitar. ini kedua kalinya kau main ke pantai, yang pertama aku bareng adek ku cewek, berdua aja cewek2.. untung banget ga ada yang godain atau yang gangguin kita waktu itu hho.

Kota Blitar sendiri cukup jauh sih dari rumahku yang terletak di kota Pare Kediri, kira-kira butuh 3 jam lamanya hingga sampai ke Blitar. aku kesana bareng sama kakak kandungku, mas yan orang yang paling menyebalkan dan  paling resek sedunia. wkwkwkwk
*peacemasku...

Jadi kita kesana hanya berdua naik motor (ceritanya ngetrip gitu, kayak anak-anak turing tapi pake motor bebek) :D ga banget lah, yang penting bisa nyampek...
kita berangkat jam 11 an siang, seharusnya kalau mau trip gitu berangkat harus pagi-pagi teman, tapi karena kembuletan kita berdua jadi memutuskan untuk berangkat jam 11 siang, itu pun udah kepotong sama masak buat makan siang bentar hho..

aku kurang begitu paham jalan yaa, untuk sampai kesana pokoknya kita berdua mengandalkan GPS yang udah di download sebelumnya. Hemat batre cuy..
yang aku inget kita lewat daerah plosoklaten untuk keluar dari kota Pare,  kakaku yang bagian nyetirin motor dan aku bagian pegangin hp buat lihat petunjuk jalan. 

dalam perjalanan ternyata kita tidak sendiri, banyak banget geng motor atau anak turing juga yang menuju pantai itu. Nama pantai nya sendiri aku lupa yang jelas deket banget sama pantai tambak rejo gitu, dan sepertinya kita memang salah hari banget kesana. Rencana awal pengen banget menikmati kesunyian dan keheningan tapi waktu sampai disana ternyata buaaaaanyaaaak bangeeeet orangnya wkwkw *salah hari (T_T''). Udah kayak taman bermain gitu dah, dan ternyata hari itu tepat banget sama liburnya anak sekolahan, pantes banyak bocah-bocah yang pada main-main sampe sore gitu.

gapapaplah, kapan lagi menikmati pantai gitu...
aku udah berharap kalo disana banyak rumput laut, pikir waktu di jalan bisa nih bawa pulang, soalnya waktu yang aku ke pantai pertama kali itu lagi banyaknya rumput laut mengapung gitu.. 
tapi pantai yang kita datengi ini ga ada rumput lautnya, dan banyak kayak kerang.

catanti.blogspot.com
oiya ini foto waktu ga sengaja ketemu kepiting, kecil banget dan jalanya cepet, waktu foto ini aku sampe lari-lari takut dia cepet hilang XOXO
kita duduk sambil mantengin pantai, walau pantai lagi ga bersahabat karena bulan desember waktunya turun ujan dan ombaknya lumayan kenceng, kita tetep nikmati suasana pantai sambil duduk duduk. Sayang banget kesininya bukan sama pacar wkwk, -_- *ngarep amat sih 
ada bapak-bapak yang main ombak saking gembiranya dia nungguin ombak buat menerjang badanya aku lihat samping kananku yang ternyata keluarganya pada nungguin sambil ngeliat bapak ini tadi. Maaf ya pak, tanti sengaja foto karena seneng lihat bapaknya yang enjoy banget sama ombak.

catanti.blogspot.com

catanti.blogspot.com
"Disitulah aku mikir kalau kebahagiaan itu bisa didapat dengan cara sederhana tanpa lihat umur, contohnya bapak ini yang mainan sama ombak tanpa lihat sekitarnya dan buktinya bikin si bapak ini bahagia. Kadang kita perlu kok kembali menjadi anak kecil lagi dan main sesuka hati tanpa peduli orang lain, karena kita sendiri yang ngrasain arti bahagia."

jujur sebelum kesini aku depresi banget sebangetnya, trus setelah duduk dan merenungkan banyak hal aku pikir kalau diriku ini tidak bersyukur sekali dengan apa yang aku punya. Dan aku sempat lupa arti bahagia sesungguhnya.. makasih ya bapak yang telah menyadarkanku eheheheh....

kami pulang sekitar jam 5 sore, setelah makan ikan bakar di daerah pantai...
enyaaaaak hehe, tapi mahal.. kita makan berdua habis hampir 50 rebu, huhuhu kalau makan di warteg ga sampe segitu deh..
yah gapapalah, kapan lagi bisa dapet view pantai :D

jadi intinya liburan kali ini aku cuma bagian pegang GPS dan kakaku yang bagian supirnya.
seru sih... seru banget....
sampai rumah jam 8 malam, dan aku langsung tepar. 

ini aku kasih bonus view pantai yang kita kunjungi..


catanti.blogspot.com
catanti.blogspot.com

catanti.blogspot.com


catanti.blogspot.com
catanti.blogspot.com
itu foto terakhir foto aku lagi kerukin pasir, berhadap ada kerang di dalem pasir wkwkwk
ternyata ZONK,


Kamis, 14 Desember 2017

On The Way HOME

Desember 14, 2017 0 Comments
credit by ninacosford.com

Selama ini aku merasa tidak sadar diri bahwa aku semakin bertambah umur dan semakin tua.
tapi hari ini aku ditampar banget sama anak-anak kecil yang ada di lingkungan rumahku yang ternyata semakin beranjak dewasa.

Dahulu, ketika aku SMA orang tua ku memiliki toko kecil-kecilan di depan rumah kami. Selain untuk menambah pemasukan keluarga, juga untuk memudahkan anak-anak mendapatkan makanan ringan yang mereka sukai. Di daerah perumahan  memang jarang sekali yang berjualan snack maupun sayur mayur, untuk itu keluarga ku memanfaatkan peluang ini.

Suatu kejadian membuat kami tidak dapat untuk membuka kembali toko dirumah, bahkan membuat keluarga kami terpencar, diriku yang harus ke surabaya untuk menuntut ilmu, kakaku yang juga menuntut ilmu di kota malang dan adik ku yang harus ikut dengan pakpuh di kecamatan seberang. Masih teringat dalam ingatanku, bahwa masa itu adalah masa sulit yang dilalui keluarga kami, dan membuat ibuku harus membuat keputusan yang amat bijaksana sehingga kami tidak lagi tinggal di rumah yang selama ini kami tempati, bukan karena pindah rumah, namun rumah itu menjadi kosong tak berpenghuni dengan seabruk barang yang masih utuh.

4 tahun aku d Surabaya, jarang sekali aku pulang dan jika pulang mungkin aku akan menginap di rumah ibuku, tidak di rumah lamaku. Rumah yang dari kecil ku tempati semakin hari menjadi semakin rapuh bak rumah hantu. Banyak tetangga yang bercerita kepada kami bahwa rumah ini sudah banyak yang mengincar, namun kami tidak memperdulikan dan hanya yakin suatu saat rumah ini akan kami tempati kembali.

aku jadi teringat dengan sebuah quotes bahwa rumah adalah tempat dimana terdapat seseorang yang menunggumu untuk pulang, bukan hanya sebuah bangunan berbongkah yang terdapat atapnya. Saat itu aku sering berfikir bahwa aku tidak memiliki rumah untuk pulang dalam artian sesungguhnya. Terlontang-lantung bagai anak ayam yang kehilangan induknya, berat rasanya melewati hari dimana rumahmu sepi tak berpenghuni dan hanya menjadi sebuah bangunan yang berdiri semakin lapuk dimakan hari.

Tidak istimewa memang, rumah kami hanya sebuah rumah kecil dengan 2 kamar yang saling berdempetan dengan satu ruang tamu yang kami gabung juga menjadi ruang keluarga. Tapi sekali lagi, bukan perkara besar atau kecil, namun perkara apakah ada yang menunggumu untuk pulang???

pikirkan kembali..

Saat kau sangat ingin jauh dari keluarga, sedang diriku sangat ingin dekat sekali dengan keluarga namun keadaan belum berpihak dengan kita.
Hampa?
jelas... Berat dan terasa kosong.

Tapi aku tidak ingin menyalahkan keadaan, aku hanya yakin bahwa Allah telah sangat sayang kepada kami, hingga dapat melalui segala cerita yang telah dibuat-Nya.

Saat ini aku dapat kembali menyebut ini adalah rumah yang menungguku untuk pulang.

"Mungkin ada disaat kalian benar-benar ingin menyerah dengan suatu keadaan, namun ingatlah bahwa hidup ini terus berjalan. Masa sulit yang kalian lalui akan berakhir pada waktunya, diwaktu yang indah"